‘’Zakat fitrah bukan hanya menyempurnakan ibadah di Bulan Ramadan. Namun, juga mensucikan harta. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua,’’ kata Walikota Madiun Maidi.
Belasan ton beras itu dikumpulkan sejak 6 hingga 25 Mei lalu. Pembayaran mulai dari pegawai Pemerintah Kota Madiun, pelajar, dan masyarakat secara umum. Hasil zakat ini akan diserahkan kepada mustahik atau orang yang berhak menerima zakat di wilayah Kota Madiun. Mulai, fakir miskin, siswa kurang mampu, panti asuhan, pondok pesantren, dan lembaga atau organisasi Islam dan sosial kemasyarakat di Kota Madiun. Selain itu, petugas juga melakukan droping keliling kepada dhuafa.
‘’Prinsipnya Pemkot Madiun tentu berupaya berbagi kebahagian bagi masyarakat. Khususnya, bagi masyarakat kurang mampu. Semoga yang sedikit ini dapat menambah kebahagiaan bagi mereka di hari kemenangan nanti,’’ imbuhnya sembari menyebut penerima bakal dibagi merata di tiga kecamatan.
Pemkot Madiun juga memberikan santunan kepada 460 masyarakat kurang mampu berupa sembako. Selain itu, juga uang santunan kepada 75 anak yatim senilai Rp 300 ribu setiap anaknya. Santunan diberikan secara simbolis bersamaan dengan pemberangkatan penyaluran zakat fitrah di halaman depan Balai Kota Madiun. Masyarakat yang ingin membayar zakat tak perlu khawatir. Baznas Kota Madiun masih menerima pembayaran zakat fitrah hingga H-1 lebaran. (Red/s.rud/diskominfo)

Posting Komentar