POTENSI DESA SUKOREJO,PRODUK TAHU TURUN-TEMURUN


         
Sugeng Harianto beserta karyawan saat produksi tahu
    MADIUN,JAGAD POS.Tahu merupakan salah satu produk unggulan Desa Sukorejo Kecamatan saradan Kabupaten Madiun Jawa Timur,salah satu produsen Sugeng Harianto penerus orang tuanya  Sadeni .
       Pria berusia 37 tahun  itu menjalankan  usaha produk tahu  sejak tahun 2006 yang sebelumnya usaha orang tuanya.
      Dia menggolah tahu secara tradisional di rumahnya di Desa Sukorejo.
     Sugeng Harianto biasanya  mengunakan bahan baku kedelai  yang di beli dari Caruban.
       Dia memasarkanya di pasar Desa Sukorejo dan pasar caruban dan sekitarnya.Selain itu,ada tengkul;ak dan karyawanya yang memasarkab tahunya.
      Di bantu karyawanya,Sugeng Harianto  mampu mengolah 80 kg sampai 150 kg saat ramai mampu mengolah hamper 70 papapn samapai 140 papan  tiap hari.
     Sugeng Harianto berharap  bisa mendapatkan bantuan modal atau alat produksi dan bias meningkatkan produksi tahu  karena memeras tenaga energi,” harapanya harga kedelai setabil,harga kedelai sekarang Rp 6700,- per kilo gramnya,dulu pernah dapat bantuan waktu harga kedelai tinggi dari Dinas Perindustrian di bantu dengan harga rendah,” terang Sugeng harianto waktu di lakasi produk tahu,selasa 28/5/2019.
     
Sekdes Prastyo Eko Cahyono veserta perangkat Desa Sukorejo
    Sementara Kepala Desa Sukorejo Kushadianto melalui Sekertaris Desa  Prastyo Eko Cahyono mengatakan potensi Desa Sukorejo adalah produk tahu,produk tempe,produk tempe kripik dan bordir,harapanya  satu bisa memajukan perekonomian masyarakat di Desa Sukorejo, dua  menkoordinir usaha masyarakat untuk mendongkrak ekonomi ,” tahu milik Sugeng Harianto  milik keluarga turun temurun,sedangkan produk tempe kripik  biasanya kegiatan Desa Sukorejo selalu di suguhkan,sedangkan produk bordir itu milik per orangan biasanya peoduksi mendekati hari ulang tahun Kabupaten Madiun karena di pamerkan di alun-alun Caruban,” terang Sekertaris Desa sukorejo Prastyo Eko Cahyono,selasa 28/5/2019.
      Ia menambahkan seperti bordir karena milik per orangan,sebelumnya harus pesan dulu,” ini merupakan  produk Desa Sukorejo untuk bordir,kami pamerkan  di HUT Kabupaten Madiun supaya masyarakat  tau karya-karya masyarakat Desa Sukorejo,” ujar Sekdes Prastyo Eko Cahyono.
       Itu terus di gelar,setidaknya dengan adanya pameran usaha bordir di Desa Sukorejo  semakin berkembang,apalagi sudah satu tujuan di kucurkan Dana Desa (DD)  dan alokasi dana desa(ADD) memang untuk meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat,” semakin banyak produk unggulan di Desa Sukorejo berarti semakin banyak uang mengalir ke Desa Sukorejo,otomatis  masyarakat sekitar  bisa  merasakan dampak positipnya,” tukasnya.

     Melihat potensi Desa Sukorejo  produk tahu,produk tempe,produk tempe kripik dan bordir akan menjadi energi ekonomi pendapatan,sebab,BUMDes mampu menghasilkan produk-produk unggulan berbasis kearipan lokal.(Adv/s.rud).

Related Post



Posting Komentar