Pada acara turut hadir Narasumber dari Kepala Bagian Tatalaksana Biro Organisasi Prov Jatim ( IKG. Arya Winangun, Drs, M.Si) dan Redhi Setiadi , SIP, M.PA dari Mitra Pembangunan Transformasi GIZ Pemerintah Jerman.
Bupati menjelaskan kepada OPD yang mengikuti rapat, bahwa dalam membuat inovasi pelayanan publik masing-masing dinas harus mencari permasalahan dan sebab dari permasalahan tersebut. Ketika permasalahan sudah selesai, baru kita membuat kerangka atau pondasi dalam membuat penyelesaian masalah.
Inovasi merupakan trobosan yang digunakan untuk membuat target kita menjadi lebih baik. Dan dalam mencapai target tersebut harus lebih cepat, dan inovasi harus dituangkan dalam ditulis. Siapa tau inovasi itu baik nanti akan kita akomodir dan akan kita jalankan. Kita jangan dahulu berharap tulisan tersebut menjadi juara 1 namun yang terpenting kita jalankan di setiap OPD masing-masing,jelasnya
Dalam Diklat Pim IV, Propernya (proyek Perubahan) saya koreksi sendiri. Saya koreksi ini gunanya untuk menyingkronkran visi misi kabupaten madiun. Proper itu nanti akan menggantikan kajian-kajian yang ada dikabupaten madiun. Seperti inovasi ini, merupakan sebuah proposal dan seluruh dinas harus menulis/membuat trobosan inovasi, baik itu aksesnya hanya internal organisasi sampai keluar (masyarakat).(red/hms/s.rud).


Posting Komentar