Dikisahkan, Syeh Abil Hasan Al Basri adalah seorang Sufi, tokoh dan pemimpin masyarakat pernah suatu saat didatangi masyarakat dari berbagai kalangan, dr kalangan petani, pedagang, pemerintahan. Semua datang dg mengajukan berbagai permasalahan-permasalahan dlm kehidupannya. Yg pedagang mengadukan gagal terus dagangnya, yg petani gagal terus pertaniannya. Kemudian Hasan Al Basri memecahkan masalah tersebut dg membacakan, Surat Nuh ayat 11. "Istighfarlah wahai masyarakatku, wahai kaumku, dg istighfar itu kalian akan bisa menghadapi masalah dg jernih dg baik sebab kekilafan kesalahan dlm hidup itu akan membuat noktah bintik bintik hitam dlm hati dan otak seseorang yg akan bisa mencemari kebersihan otak sesorang maka istighfarlah. Allah SWT akan menurunkan keberhasilan-keberhasilan, menurunkan rahmatnya dr langit. Allah SWT akan menjulurkan rizki, anak yg belum punya anak dan Allah SWT memberikan kemampuan untuk bisa membedakan mana yg baik dan mana yg buruk." Maka dr itu kalau ada masalah ucapkan Artagfirullah hal'adzim.
Lantas mengapa kita ketika menghadapi masalah harus beristighfar dan selalu bersegera memohon ampun kepada Allah SWT di dalam kehidupan kita sehari- hari. Sedikitnya ada tiga rahasia mengapa utk memecahkan masalah pelik kita beristighfar:
Pertama, Karena beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT itu akan melahirkan sebuah kesadaran bahwa diri kita ini adalah makhluk yg tidak berkemampuan apa -apa, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT prestasi yg kita raih dalam kehidupan kita di dalam pekerjaan kita itu adalah karena pertolongan dr Allah SWT. Kalau Allah SWT tidak menggerakkan kita utk meraih sebuah prestasi utk bekerja dg baik maka itu tidak akan terjadi itu prestasi diraih oleh seseorang. Ini yg harus kita tanamkan di dalam diri kita bahwa kita harus yakin Allah Swt yg menetukan segalanya sehingga kita tidak lupa kepada Allah Swt terhadap prestasi prestasi kinerja atau prestasi kehidupan kita sehari hari.
Kedua, karena istighfar itu akan melahirkan jiwa yg tawadhu, jiwa rendah hati, tidak akan melahirkan jiwa yg sombong. Kalau sesorang sudah punya jiwa rendah hati, tawadhu komunikasinya akan lebih baik. Di tempat kerja, di masyarakat, tapi kalau suka sombong sulit menerima masukan orang lain karena merasa dierinya benar maka kehidupan ini siklusnya berjalan menjadi baik. Baik itu di tengah kita maupun masyarakat itulah perlunya menciptakan karakter tawadhu kepada diri kita baik itu pemimpin maupun masyarakat.
Ketiga, karena bisa melahirkan pikiran yg bersih dan hati yg suci. Ini penting sekali permasalahan dlm kehidupan kita itu banyak kita tidak bisa lari dari masalah kehidupan harus kita hadapi dg pikiran jernih dg hati yg baik, Insya allah apabila dihasilkan kalau dr hati bersih akan menghasilkan karya yg dirasakan masyarakat. Tapi kalau pikiran dan hati sudah kotor meskipun dikemas tidak akan menghasilkan yg bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Begitu besar faedah istighfar, bisa menyelesaikan berbagai masalah untuk itu mari kita biasakan beristighfar. Mulai sekarang.(red/s.rud/skwan).

Posting Komentar