‘’Ramcek kali ini menitikberatkan kelayakan kendaraan untuk menghadapi persiapan mudik lebaran,’’ kata Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Madiun Iman Su’aidi.
Setiap bus yang masuk terminal tak luput dari pemeriksaan petugas. Iman melibatkan 15 personil dan dua orang penguji saat Ramcek. Pemeriksaan meliputi lampu, kaca, rem, kemudi, klakson, hingga roda. Khusus untuk roda, pemeriksaan cukup detail. Mulai ambang batas ketipisan alur ban minimal satu millimeter, terlihatnya serat pada ban, hingga penggunaan ban vulkanisir untuk roda depan. Kendaraan yang kedapatan melanggar bakal segera dipinggirkan dan baru diperbolehkan jalan setelah diganti.
Uji berkala kendaraan dan kelengkapan surat juga tak lupa dari pemeriksaan petugas. Imam menyebut sejauh ini belum ada kendaraan yang tercatat melanggar. Namun, pihaknya tak menampik ada sejumlah sopir armada yang perlu mendapat peringatan. Di antaranya, lantaran waktu uji kir yang sudah dekat hingga salah jalur.
‘’Ada yang kami beri peringatan karena seharusnya tidak berhenti disini. Tetapi sejauh ini kami belum menemukan pelanggaran,’’ ungkapnya.
Namun, bukan berarti pemeriksaan selesai. Iman menyebut pemeriksaan terus dilakukan hingga mendekati lebaran. Salah satu sasarannya adalah bus malam. Sebab, bus malam biasanya masuk terminal lebih pagi. Pihaknya, akan bersiap lebih pagi saat Ramcek ke depan.
Pemeriksaan rutin tersebut penting untuk meminimalkan kecelakaan di jalan raya. Apalagi, angkutan umum bakal mengalami pelonjakan penumpang saat mudik dan balik nanti. Pengecekan juga akan menyentuh pada kelayakan sopir melalui tes urin.
‘’Prinsipnya, pemerintah wajib memastikan armada yang digunakan untuk mudik dan balik nanti dalam keadaan baik dan siap digunakan,’’ pungkasnya. (Red/s.rud/madiuntoday)

Posting Komentar