Hotel bintang tiga ini diharapkan mampu menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun dan juga mampu membantu mengurangi pengangguran dengan menyerap tenaga kerja sekitar. Hal ini senada dengan yang diutarakan Walikota Sugeng Rismiyanto.
"Kota Madiun sebagai bagian dari Provinsi Jawa Timur yang berorientasi pada kecukupan atas suatu usaha jasa. Hal ini dikarenakan kondisi kota yang tidak memiliki sumber daya alam yang menjanjikan," jelasnya dalam sambutan.
Kehadiran jaringan hotel internasional ini, lanjutnya, menjadi salah satu terobosaan untuk percepatan usaha Kota Madiun dalam meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) untuk provinsi Jawa Timur.
"Saya harap masuknya IBIS Hotel ini mampu menjadi daya tarik investor lain untuk berinvestasi di Kota Madiun. Dengan begitu akan muncul pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi yang nantinya akan merambah ke segala sektor," ungkapnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, harus hadir dalam pembangunan kotanya untuk menuju tujuan yang lebih baik. Hal tersebut dibuktikan dengan dukungan melalui proses perizinan yang akurat, cepat, dan akuntable, seperti yang diungkapkan oleh Dirut Sukses Jaya Grup Andi Halim.
"Saya berharap kehadiran IBIS Hotel mampu memberi kontribusi yang banyak untuk turut serta dalam memajukan Kota Madiun ini," tandasnya.
(Red/s.rud).

Posting Komentar