MASYARAKAT DESA DOHO SANGAT SENANG DENGAN PROGRAM PTSL

 

Kepala Desa Doho Drs.Slamet Dariono Mukti
     MADIUN,JAGAD POS.Masyarakat Desa Doho Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Jawa Timur,sangat senang dengan kehadiran program pendaftaran tanah sistemarik(PTSL) di sambut sangat antosias warga Desa Doho.
     Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan pengunaan komputerisasi kegiatan pertanahan kusus aplikasi,KKP-PTSL(komputerisasi kegiatan pertanahan-pendaftaran tanah sistematik lengkap) ada beberapa alasan masyarakat Desa Doho pasti akan mendapatkan sertifikat dalam program PTSL,waktunya tidak lama dan pasti mendapatkan sertifikat,"kalau di bandingkan dengan ngurus sendiri jauh berbeda,inilah yang saya tunggu ,program PTSL ," kata salah satu warga Desa Doho yang namanya tak mau di cantumkan,jum'at 5/4/2019.
   
Ketua Pokmas Markuat
      Sementara itu ketua Kelompok Masyarakat Markuat SH, berharap agar program PTSL berkesinambungan,dengan demikian masyarakat bisa senang dan semua masyarakat Desa Doho bersitifikat dan mempunyai hak milik tanah," untuk itu supaya masyarakat agar memiliki sertifikat tanah," harapnya.
 
Masyarakat Desa Doho antosias mengikuti program PTSL
     Ia menambahkan program PTSL pemohonyan 900 sekian ,ini tahap kedua,pinising pemberkasan dan clear pemberkasan 904 pemohon," program ini kesempatan luar biasa,ngak ngurus sendiri wira wirinya,cuma mengumpulkan berkas-berkasnya,"terang Markuat.jum'at 5/4/2019.
   
Kades Slamet Daroini saat melayani masyarakat
     Kepala Desa Doho Drs.Slamet Daroini Mukti  menambahkan Alhamdulillah masyarakat sangat antosias karena program ini untuk mengurangi tingkat komplik ,karena pada umumnya komplik di Desa banyak faktornya,karena batasnya,status tanah,biarpun dengan keluarga sendiri,sehingga dengan program PTSL setatus hukum tanah menjadi jelas,"masing-masing tanah menjadi jelas mulai batas sampai luas tanah," jelas Kades Slamet Daroini Mukti saat di kantornya senin,8/4/2019.
    Lebih lanjut Slamet Daroini Mukti menambahkan Desa Doho yang bersetifikat tinggal  lima persen  terutama sawah,sebenarnya pihak BPN Kabupaten Madiun di Desa Doho di beri tambahan program PTSL tapi sudah di sosialisikan ke warga,"sudah dua kali program PTSL ini yang pertama bulan 23 pebruari 2019 yang lalu," tambah Kades Slamet.
    Setelah program PTSL selesai nantinya mecah tipil sesuai dengan luas sertifikat masing-masing dan yang memfasilitasi Badan Pendapatan Kabupaten Madiun,dengan pertimbangan agar jumlah wajib pajak sesuai dengan dengan tanah yang di miliki.
    Ia meminta warga untuk menjaga sertifikat,"pasalnya didalam pengurusanya sertifikat karena melaui proses yang cukup lama,"terang Kades Slamet Daroini Mukti.(Adv/s.rud).
   

Related Post



Posting Komentar